Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali menggelar Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Rabu (2/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan implementasi PAUD HI dalam memenuhi kebutuhan anak secara menyeluruh, meliputi pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan anak.
Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, penerapan PAUD HI di Gianyar telah didukung berbagai program, di antaranya merintis TK Negeri Hindu yang tersebar di tujuh kecamatan serta pendirian Tempat Penitipan Anak (TPA) Gianyar. Penguatan layanan juga dilakukan melalui Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, dengan MPLS tanpa tekanan akademik dan penghapusan tes calistung sebagai syarat masuk SD, serta penerbitan Komik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan kegiatan field trip.
“Yang utama adalah memastikan anak memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang aman dan menyenangkan sejak usia dini,” ujar Surya Adnyani.
Menurutnya, penerapan PAUD HI juga diperkuat melalui Gelari Gianyar Wajar dan SERGAP NEGRIKU untuk memperluas akses pendidikan, termasuk pemberian seragam, tas, tumbler dan kotak makan. Pada aspek kesehatan dan inklusi, dijalankan PMT GIRANG, Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS) serta Festival PAUD Inklusi.
Sementara dalam penguatan pengasuhan dan kapasitas pendidik, Pemkab Gianyar menjalankan Bunda Gianyar Pandai, Diklat Muatan Lokal Dongeng, pemberian insentif Guru Tetap Yayasan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru PAUD non-ASN/swasta serta beasiswa bagi pendidik.
“PAUD HI harus dibangun secara menyeluruh dengan melibatkan pendidikan, kesehatan, gizi, keluarga dan perlindungan anak. Karena itu, penguatan pendidik dan keterlibatan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” jelasnya.
Surya Adnyani berharap sosialisasi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman seluruh pihak mengenai kebijakan PAUD HI, sehingga dapat diterapkan secara efektif di wilayah kerja dan satuan pendidikan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali yang diwakili Pengawas Sekolah Ahli Madya, Sang Putu Kompyang Arda, mengatakan PAUD HI penting karena masa usia dini merupakan periode emas dalam pembentukan karakter, kecerdasan dan kesehatan anak.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga gizi yang baik, kesehatan, pengasuhan penuh kasih sayang dan perlindungan. Itulah inti dari PAUD HI, sebuah kebijakan yang memandang kebutuhan anak secara menyeluruh dan terpadu,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan PAUD HI sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Menurutnya, pembangunan manusia Bali yang unggul perlu dimulai sejak usia dini dengan tetap berakar pada nilai adat dan budaya Bali.
“Kita ingin anak-anak di Kabupaten Gianyar tumbuh menjadi anak yang cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan memiliki karakter budaya Bali yang kuat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan Alat Permainan Edukatif (APE) kepada 25 satuan pendidikan di Kabupaten Gianyar. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengenai pola hidup sehat, pemantauan gizi dan tumbuh kembang anak, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali mengenai pengasuhan dan perlindungan anak, serta IGTKI-PGRI Provinsi Bali mengenai penguatan gerakan PAUD berkualitas untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia.
Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, penerapan PAUD HI di Gianyar telah didukung berbagai program, di antaranya merintis TK Negeri Hindu yang tersebar di tujuh kecamatan serta pendirian Tempat Penitipan Anak (TPA) Gianyar. Penguatan layanan juga dilakukan melalui Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, dengan MPLS tanpa tekanan akademik dan penghapusan tes calistung sebagai syarat masuk SD, serta penerbitan Komik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan kegiatan field trip.
“Yang utama adalah memastikan anak memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang aman dan menyenangkan sejak usia dini,” ujar Surya Adnyani.
Menurutnya, penerapan PAUD HI juga diperkuat melalui Gelari Gianyar Wajar dan SERGAP NEGRIKU untuk memperluas akses pendidikan, termasuk pemberian seragam, tas, tumbler dan kotak makan. Pada aspek kesehatan dan inklusi, dijalankan PMT GIRANG, Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS) serta Festival PAUD Inklusi.
Sementara dalam penguatan pengasuhan dan kapasitas pendidik, Pemkab Gianyar menjalankan Bunda Gianyar Pandai, Diklat Muatan Lokal Dongeng, pemberian insentif Guru Tetap Yayasan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru PAUD non-ASN/swasta serta beasiswa bagi pendidik.
“PAUD HI harus dibangun secara menyeluruh dengan melibatkan pendidikan, kesehatan, gizi, keluarga dan perlindungan anak. Karena itu, penguatan pendidik dan keterlibatan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” jelasnya.
Surya Adnyani berharap sosialisasi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman seluruh pihak mengenai kebijakan PAUD HI, sehingga dapat diterapkan secara efektif di wilayah kerja dan satuan pendidikan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali yang diwakili Pengawas Sekolah Ahli Madya, Sang Putu Kompyang Arda, mengatakan PAUD HI penting karena masa usia dini merupakan periode emas dalam pembentukan karakter, kecerdasan dan kesehatan anak.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga gizi yang baik, kesehatan, pengasuhan penuh kasih sayang dan perlindungan. Itulah inti dari PAUD HI, sebuah kebijakan yang memandang kebutuhan anak secara menyeluruh dan terpadu,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan PAUD HI sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Menurutnya, pembangunan manusia Bali yang unggul perlu dimulai sejak usia dini dengan tetap berakar pada nilai adat dan budaya Bali.
“Kita ingin anak-anak di Kabupaten Gianyar tumbuh menjadi anak yang cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan memiliki karakter budaya Bali yang kuat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan Alat Permainan Edukatif (APE) kepada 25 satuan pendidikan di Kabupaten Gianyar. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengenai pola hidup sehat, pemantauan gizi dan tumbuh kembang anak, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali mengenai pengasuhan dan perlindungan anak, serta IGTKI-PGRI Provinsi Bali mengenai penguatan gerakan PAUD berkualitas untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia.