TP Posyandu Provinsi Bali “Membina dan Berbagi” di Gianyar, Salurkan Bantuan untuk Kader
Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8). Kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Balai Banjar Tiyingan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan dan Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian dan apresiasi TP Posyandu Provinsi Bali kepada para kader Posyandu yang selama ini telah meluangkan waktu dan tenaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra yang diwakili Sekretaris I TP Posyandu Gianyar, Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, menyampaikan kegiatan pertama di Balai Banjar Tiyingan menyasar sebanyak 99 kader Posyandu 6 SPM dari 11 kelompok Posyandu di Desa Bukian. Masing-masing kelompok terdiri dari sembilan kader.
Ia menjelaskan, sebelum penerapan Posyandu 6 SPM, berbagai kegiatan Posyandu di Desa Bukian telah berjalan, mulai dari Posyandu Balita, Remaja, Lansia hingga Posyandu Siklus Hidup. Saat ini seluruh kegiatan tersebut telah terintegrasi dalam satu wadah pelayanan Posyandu Bidang Kesehatan.
“Implementasi Posyandu dengan pendekatan 6 SPM di Desa Bukian telah dilaksanakan sejak tahun 2025. Salah satu implementasi pada bidang sosial adalah pemberian sembako bagi ODGJ,” jelasnya di Balai Banjar Tiyingan Desa Bukian.
Sementara kegiatan kedua dipusatkan di Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, dengan sasaran 60 kader dari enam kelompok Posyandu. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 kader Posyandu 6 SPM.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada TP Posyandu Provinsi Bali atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada para kader. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menambah semangat dan motivasi kader dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan bantuan ini memberikan manfaat dan semakin menambah semangat para kader dalam melaksanakan tugas, khususnya meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu 6 SPM di Kabupaten Gianyar,” ujarnya.
Sementara itu, TP Posyandu Provinsi Bali yang diwakili Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, kepada para kader Posyandu.
Pada kegiatan di Desa Bukian, bantuan yang disalurkan berupa 2,9 ton beras, 5.940 butir telur dan 158 kotak susu. Jika digabungkan dengan bantuan untuk lokasi kedua, total bantuan yang disalurkan di dua lokasi mencapai 4,7 ton beras, 9.450 butir telur dan 318 kotak susu. Dengan masing masing kader menerima 30 kg beras, 2 krat telur dan 2 kotak susu.
“Ini merupakan bukti perhatian pemerintah Provinsi Bali kepada seluruh kader yang selama ini telah bekerja, mengabdi serta meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Dwi Dewata.
Ia juga menegaskan, transformasi Posyandu melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 telah memperluas peran Posyandu dari sebelumnya berfokus pada bidang kesehatan menjadi pelayanan yang mencakup enam bidang SPM, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Dalam transformasi tersebut, kader tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga berperan menerima informasi dan keluhan masyarakat terkait enam bidang SPM, melakukan verifikasi bersama perangkat desa, mencatat dan melaporkan permasalahan secara berjenjang, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
“Bapak ibu kader tidak harus berpikir bagaimana cara memperbaiki jalan atau menyelesaikan permasalahan secara langsung. Tugas kader adalah menerima laporan masyarakat, melakukan verifikasi bersama perangkat desa terkait, mencatat dan melaporkannya secara berjenjang,” jelasnya.
Dwi Dewata menambahkan, TP Posyandu Provinsi Bali juga akan melaksanakan berbagai program lanjutan, diantaranya Bina Posyandu untuk meningkatkan kapasitas kader dan TP Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Kader akan diberikan pembinaan secara bertahap di tingkat provinsi dengan materi mengenai tugas dan peran kader dalam pelaksanaan Posyandu 6 SPM.
Selain itu, TP Posyandu Provinsi Bali juga terus mendorong gerakan Kulkul Posyandu PKK sebagai sarana menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) di seluruh Bali.
“Melalui kegiatan membina dan berbagi ini, kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat pemahaman dan kapasitas kader. Harapannya, kader semakin mampu menjadi penggerak pelayanan masyarakat melalui Posyandu 6 SPM,” pungkasnya.