Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Otok Kuswandaru, membuka kegiatan Sharing Knowledge dan Studi Tiru Pelayanan, Mall Pelayanan Publik (MPP) dan MPP Digital, Kamis (2/4), di Ballroom Sabha Praja Gedung MPP Kabupaten Gianyar. MPP merupakan salah satu wujud nyata pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan terintegrasi.
“Kita sebagai pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus menghadirkan suatu pelayanan publik yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih terintegrasi bagi masyarakat. Apa yang kita siapkan itu, ujungnya adalah kepuasan masyarakat,” ujar Otok Kuswandaru.
Otok Kuswandaru juga memuji MPP Kabupaten Gianyar yang bersih, nyaman, serta memiliki pelayanan yang baik. Namun, ia memaparkan bahwa penilaian akhir tetap terletak pada survei kepuasan masyarakat.
“Tadi pagi, sebelum acara ini, saya juga sempat ke sini melihat sendiri bagaimana semuanya tersenyum melayani. Ternyata kedatangan saya yang pagi-pagi maupun setelah sebagai deputi sama saja, senyumnya masih terlihat tulus. Namun, penilaian terakhir, ‘pengadilannya’, adalah survei kepuasan masyarakat,” terangnya.
Lebih lanjut, ia meminta Pemkab Gianyar untuk menyusun standar pelayanan di MPP untuk semua jenis layanan guna memberikan kepastian terhadap proses permohonan masyarakat.
“Dengan standar pelayanan juga akan menyelamatkan bapak-ibu. Jika hasil survei kepuasan masyarakat buruk, misalnya karena proses pembuatan KTP memerlukan waktu sehari, namun dalam standar pelayanan kita memerlukan waktu dua hari, maka itu belum termasuk lambat,” jelas Otok Kuswandaru.
Untuk memudahkan penyusunan standar pelayanan, Otok Kuswandaru telah menyiapkan aplikasi digital sehingga daerah dapat lebih mudah dalam menyusun standar pelayanan.
Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, dalam sambutannya memaparkan komitmen Pemkab Gianyar untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami Pemkab Gianyar ingin memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dalam hal pelayanan publik. Namun, kami punya konsep, kami ingin membuat aparatur kita senang dan nyaman terlebih dahulu dengan lingkungan kerja yang bersih dan nyaman, sehingga mereka bisa melayani dengan senyum,” ujar Sekda yang akrab disapa Gus Bem.
Dilanjutkannya, untuk memberikan pelayanan yang terukur dan tepat waktu, Sekda Gus Bem memanfaatkan kemajuan teknologi melalui penggunaan berbagai aplikasi layanan.
“Kita memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menggunakan aplikasi dalam berbagai pelayanan sehingga bisa meminimalisir terjadinya konflik kepentingan. Misalnya, orang yang memiliki kedekatan dilayani lebih dulu. Dengan aplikasi yang kita bangun, hal itu bisa diminimalisir karena sistemnya digital dan jelas. Terlebih, semua aplikasi yang kita bangun tanpa biaya, karena kita memanfaatkan tenaga di Diskominfo untuk mengembangkannya,” papar Gus Bem.
Ditambahkannya, dengan sistem digital, baik masyarakat maupun pelaku usaha dapat melihat dengan jelas sejauh mana proses pelayanan yang dijalani. Saat ini, MPP Gianyar mampu melayani rata-rata 250 hingga 370 orang per hari.
“Kami di MPP melayani rata-rata 250 hingga 370 orang per hari. Bahkan, pada bulan Maret telah mencapai 3.930 orang yang mendapatkan pelayanan di MPP, meskipun pada bulan tersebut banyak hari libur terkait Hari Raya Nyepi dan Idulfitri,” tandas Sekda Gus Bem.
Setelah acara pembukaan studi tiru Pengelolaan MPP oleh Kemenpan RB secara daring dan luring, dilanjutkan dengan pemaparan materi. Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary, yang memaparkan penyelenggaraan dan pengelolaan MPP yang mendapat nilai Baik. Turut hadir sebagai narasumber
kepala DAPMPTSP Kota Denpasar dengan materi Penyelenggaraan MPP Digital dan Kepala Dinas PMPTSP Jembrana dengan materi MPPD.
Dari 204 peserta secara daring dan luring se-Indonesia, semua menyampaikan kegiatan ini sangat bermanfaat dan akan segera melakukan kunjungan ke MPP Gianyar untuk melihat secara langsung penyelenggaraan MPP dan sarana-prasarana yang cukup bagus untuk bisa diadopsi di wilayah mereka.