Baca Berita

TOGA Usada Sari Desa Lodtunduh Dinilai Lomba TOGA Nasional

Oleh : | 08 Oktober 2017 | Dibaca : 12 Pengunjung

Sumber Foto : Humasgianyar

TOGA Usada Sari Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud Gianyar, memang sangat berpotensi dan unggul dalam keanekaragaman tananam obat. Sejak berdiri tahun 2015 lalu, kini telah memiliki 25 KK keluarga binaan dan ada 1572 KK yang memanfaatkan TOGA untuk asuhan mandiri kesehatan. Keseriusan kelompok inilah yang membuat mereka mewakili Bali ke tingkat nasional. Hal ini ditegaskan oleh Asisten Pembangunan dan Perekonomian Provinsi Bali, Drs Dewa Sunarya, M.Si saat mewakili Gubernur Bali , pada penilaian  Lomba Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) tingkat nasional di Kantor Desa Lontuduh, Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, (7/10).


Menurut Dewa Sunarya, pengobatan tradisional sering digunakan secara tersendiri atau berdampingan dengan pengobatan modern yang semakin berkembang. Menurutnya, ada ciri khusus pengobatan tradisional yaitu menyeimbangkan fisik, mental dan spiritual. Setiap individu ditangani secara menyeluruh dengan menggunakan metoda ramuan atau loloh diseimbangkan dengan keterampilan seperti pijat atau urut, mantra atau doa sebagai kekuatan energi ataupun kombinasi dari berbagai metoda tersebut.
Ditambahkan, sebagai negara dengan kekayaan hayati terbesar kedua di dunia Indonesia memiliki sekitar 
30.000 jenis tanaman dan sebanyak 9.600 spesies diantaranya memiliki khasiat sebagai obat. Dan untuk di Kelompok TOGA Usada Sari Desa Lodtunduh, tanaman  yg ditanam cukup beragam lebih dari seratus jenis yang semuanya berkhasiat sebagai obat. Seperti tanaman pegagan yang terbukti bisa menurunkan tendi, kunyit sebagai antiseptik, bunga celeng yang bisa dimanfaatkan untuk menambah kecerdasan, tanaman buah sirsak yang ternyata bisa dimanfaatkan untuk mengencangkan payudara, tanaman mengkudu, kelor dan berbagai jenis tanaman lainnya." Meskipun teknologi pengobatan modern kian canggih, namun pengobatan tradisional tetap menjadi pilihan pedamping. Bahkan saat ini banyak orang luar negeri yang datang ke Bali mecari pengobatan tradisional," Kata Dewa Sunarya.
Dewa Sunarya juga menambahkan pencanangan jamu sebagai brand Indonesia tahun 2008, menunjukkan pentingnya mengintegrasikan pengobatan tradisional khususnya herbal kedalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

Sementara itu Ketua Tim Penilai lomba, Siti Munawar, S.KM dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Nasional RI mengatakan tujuan dari penilaian ini adalah sebagai kunjungan lapangan atau verifikasi Lomba Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA tk nasional.  Menurut Siti Munawar selain herbal, Kementerian Kesehatan RI pada saat ini sedang menyusun suatu pedoman kesehatan tradisional asli Indonesia yang berasal dari kearifan lokal yaitu Kestraindo. Lewat pedoman ini diharapkan dapat dikembangkan sistem pelayanan kesehatan yang berdampingan dengan pedoman kesehatan modern." Mari kita secara sadar untuk melaksanakan upaya pencegahan dan pengobatan secara mandiri dengan pengobatan tradisional herbal atau akupresur sebagai langkah awal sebelum mendapatkan pengobatan medis," himbau Siti Munawar.
Pada saat penilaian, Kelompok TOGA Usada Sari juga memamerkan hasil olahan produk herbal hasil tanaman kelompok binaan mereka seperti loloh, jamu, produk perawatan tubuh, lulur dan lain sebagainya. Hadir pada penilaian lomba tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, dr. I.A Cahyani Widyawati, Ketua TP.PKK Kab. Gianyar Ny. Adnyani Mahayastra  dan tokoh masyarakat setempat. (Humasgianyar)


Oleh : | 08 Oktober 2017 | Dibaca : 12 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :