Baca Berita

Tahun ini, Celuk Jewellery Festival Kembali Digelar

Oleh : | 06 Oktober 2017 | Dibaca : 44 Pengunjung

Sumber Foto : Humasgianyar

Celuk Jewellery Festival (CJF) untuk kali kedua kembali di gelar. Event tahunan yang dikemas dengan berbagai rangkaian acara ini ditargetkan mampu menyedot pengunjung hingga 2 (dua) ribu orang. Jumlah ini lebih besar dari pelaksanaan CJF yang pertama dilaskanakan. Selain itu, pada saat pembukaan CJF yang akan dibuka Menteri Koperasi dan UKM, AA Gede Ngurah Puspayoga,(13/10) mendatang, sejumlah tokoh nasionalpun direncanakan turut hadir seperti Presiden Indonesia ke – 5, Megawati Soekarnoputri serta Rieke Diah Pitaloka.

Ketua Panitia CJF, Ketut Widi Putra pada konferensi pers di Ruang Rapat LPD Desa Celuk, Jumat, (6/10) mengatakan, CJF tahun ini megusung tema “Mahakarya Mustika Nusantara” dengan mengangkat karya – karya terbaik dari pengerajin perhiasan Indonesia. Pelaksanaan event diselenggarakan 13 s/d 15 Oktober mendatang di Wantilan Pura Dalem Celuk, setempat dan diikuti oleh sekitar 24 UKM perhiasan, 24 warung kuliner serta 20 peserta pameran aneka produk. Event ini juga dikemas dengan berbagai acara, diantaranya pameran perhiasan, pameran aneka produk, lomba, seminar, workshop, pagelaran seni budaya, jewellery making class, bazar kuliner, fashion show, live music, river hash run serta kegiatan lainnya. “Event ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Celuk. Sebagai ajang promosi dan penjualan karya dan kreatifitas dalam bentuk seni kerajinan perak, produk kuliner, produk fashion, dan sebagainya” terang Widi Putra.

Widi Putra menambahkan, pada event ini juga akan dilaksanakan seminar kewirausahaan dengan pembicara Panudiana Khun (Ketua Apindo Bali) dan Dr. Windu Segara Senet (Founder Mangsi Coffe). Seminar desa wisata dengan narasumber Jero Mangku Kandya (Praktisi pariwisata), Cokorda Gde Putra Sukawati (Penglingsir Puri Ubud), A A Rai Arma (Founder Museum Arma), dan Gusti Ngurah Wisnu Wardhana (Yayasan Tri Hita Karana). Seminar strategi pemasaran online untuk UKM dengan pembicara Rieke Diah Pitaloka (Anggota DPR RI), seminar pembuatan website yang didukung oleh relawan TIK Bali. Selain itu, juga diadakan beberapar workshop antara lain, workshop pembuatan perhiasan tradisional celuk, 3D desain, serta photography perhiasan. “Acara nanti juga akan dimeriahkan dengan pagelaran tabuh dan tari serta live musik yang disukung oleh artis – artis lokal Bali seperti Rai Peny dan Celekontong Mas,” imbuh Widi Putra.

Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra mengapresiasi pelaksanaan Celuk Jewellery Festival tahun 2017 tersebut. Hal ini sejalan dengan apa yang selama ini menjadi program dari Dekranasda Kabupaten Gianyar, dimana sebelumnya juga untuk pertama kalinya telah sukses melaksanakan Busana Festival beberapa waktu lalu dengan melibatkan desainer lokal Gianyar. Event – event seperti inilah diharapkan mampu mendorong peningkatan perkembangan pengerajin – pengerajin lokal serta pelaku UKM di Kabupaten Gianyar. “Kami juga memberi peluang kepada pengerajin untuk ikut dalam pameran – pameran baik di provinsi maupun nasional untuk mempromosikan produk – produk kerajinan mereka,” terang Ny. Surya Adnyani Mahayastra.

Apresiasi dilaksanakannya Celuk Jewellery Festival 2017 juga datang dari Bupati Gianyar, A A Gde Agung Bharata, yang pada kesempatan itu turut hadir. Event ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin mengukuhkan Desa Celuk sebagi pusat industri kerajinan perak dan emas di Bali, sekaligus sebagai salah satu destinasi wisata. CJF dinilai merupakan langkah cerdas dan tepat untuk menyikapi era persaingan global dan keterbukaan informasi yang berkembang dengan pesat dewasa ini. Untuk itu, dituntut kreatifitas, inovasi dan keunggulan agar mampu menyikapi peluang dan tantangan yang ada. Mewujudkan hal tersebut, upaya untuk terus menggali dan memberdayakan potensi yang dimiliki menjadi sebuah keharusan disamping pemanfaatan teknologi informasi pada era digital saat ini. “Pusat – pusat kesenian di Gianyar saya himbau supaya seperti Celuk. Seperti Batuan saya ingin melakukan event serupa, di sana ada Lukisan khas Bali yang tidak ada di seluruh dunia. Pemerintah pasti mendukung,” tegas Agung Bharata. (Humasgianyar)


Oleh : | 06 Oktober 2017 | Dibaca : 44 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :