Baca Berita

DLH Ajak Warga Jaga Sumber Mata Air, “Jangan Buang Limbah ke Sungai”

Oleh : | 05 Juli 2017 | Dibaca : 175 Pengunjung

Sumber Foto : (HumasGianyar/asti)

Aktivitas masyarakat yang semakin meningkat tidak dibarengi dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan. Terkait hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar terus berupaya mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan menurut Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra, dengan belum sadarnya masyarakat terkait kebersihan lingkungan, nantinya juga akan merembet ke kualitas baku mutu air.

“Pada lingkungan yang bersih dan hijau, saya pastikan kualitas airnya bersih dan memenuhi standar baku mutu,” jelas Kujus Pawitra, (4/7).

Selain mensosialisasikan kebersihan lingkungan, DLH juga terus mensosialisasikan agar warga Gianyar peduli terhadap diri sendiri, utamanya memasak atau merebus air yang diambil dari sumber mata air.

“Sebaiknya, air dari sumber mata air tidak dikonsumsi langsung, sebaiknya direbus dulu, sehingga aman dikonsumsi,” jelasnya.  

Ditambahkannya, berkait sumber mata air yang ada di Gianyar, kualitas sumber mata air bisa rusak akibat kesadaran lingkungan belum dilaksanakan. Menurutnya perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan termasuk limbah akan berpengaruh pada kualitas lingkungan dan kualitas sumber mata air.

Wayan Kujus Pawitra yang didampingi Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Gianyar, Putu Diah Mantiasih menyebutkan di Kabupaten Gianyar sendiri terdapat kurang lebih 120 sumber mata air, selain lima sungai besar. Dari 120-an sumber mata air ini sebagian besar digunakan masyarakat untuk tempat suci (beji), sumber air minum dan kebutuhan lainnya seperti mandi, cuci. Disebutkan Diah Mantiasih sendiri, kualitas sumber mata air tersebut masih berada pada baku mutu kualitas air.

“Namun ada baiknya juga secara berkala akan dilakukan uji laboratorium, untuk mengetahui kandungan air dan kualitasnya, sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” terang Diah Mantiasih.

DLH Gianyar sendiri memiliki peralatan untuk mengecek kualitas baku mutu tersebut sejak Tahun 2017, namun relative jarang dipergunakan. Kujus Pawitra sendiri menyebutkan dengan terbentuknya UPTD Laboratorium Gianyar, maka satu persatu kualitas sumber mata air tersebut akan diuji laboratorium.

“Kami lakukan pengujian laboratorium untuk mengantisipasi adanya kandungan lain didalam air sehingga membahayakan bagi kesehatan. Syukurnya sampai saat ini belum ada kasus,” beber Diah Mantiasih.

Kujus Pawitra bahkan berharap kepada masyarakat Gianyar yang memiliki ternak sapi, babi atau ternak lainnya, agar tidak membuang limbahnya ke sungai.

“Begitu juga dengan pengusaha garmen dan laundry, kami harapkan memiliki pengolahan limbah yang standar,” desak Kujus Pawitra.

Ditambahkannya, limbah yang dibuang ke sungai tersebut memberikan dampak buruk kepada lingkungan pada saat itu juga dan member dampak buruk pada kualitas sumber mata air yang ada.

“Kami mengajak, mari jaga lingkungan, sumber mata air yang bersih juga berasal dari lingkungan yang bersih,” pungkas Kujus Pawitra. (HumasGianyar/asti)


Oleh : | 05 Juli 2017 | Dibaca : 175 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :