Baca Berita

Dekranasda Gianyar Genjot UMKM Memiliki Branding.

Oleh : | 13 Agustus 2019 | Dibaca : 58 Pengunjung

Sumber Foto : Humas Gianyar

Kabupaten Gianyar dikenal kaya  akan produk kerajinan IKM/UKM, bahkan telah dinobatkan sebagai kota kerajinan dunia. Namun sayangnya dalam pemasarannya masih manual dan tradisional sehingga mengancam keberlangsungan usaha tersebut.

"Masih sedikit pemasaran secara online, itupun hanya melalui media sosial seperti facebook, instagram dan whatsapp. Belum kepada pemasaran online melalui website yang cakupannya jauh lebih luas," terang ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, saat Workshop Strategi Pemasaran Dalam Menembus Pasar Digital, bertempat di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Selasa, (13/8). 

Selain itu, tambah Ny. Surya Adnyani Mahayastra, hanya sedikit  dari UKM Gianyar memiliki branding atau merek dagang. Padahal branding sangat penting  untuk membangun kepercayaan kepada pengguna sebuah produk.

"Melalui workshop sehari yang mendatangkan narasumber yang berkompeten ini, peserta/UMKM diharapkan memahami jalur pemasaran digital sesuai tujuan dan karakteristik produk yang dimiliki serta mengetahui trik mendatangkan lebih banyak visitor, follower dan buyer," jelas Ny. Surya Adnyani Mahayastra.

Sementara  Ketua Dekranasda Propinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster,  yang berkesempatan hadir mewanti wanti dengan adanya kemajuan teknologi, masyarakat Bali juga harus melestarikan produk tradisional Bali agar tidak punah, contohnya kain songket yang dibuat  dengan alat tenun mesti dilestarikan karena mempunyai nilai seni yang tinggi. Hal ini disampaikan karena saat ini banyak keluar kain songket hasil print dengan harga yang lebih murah dan berpotensi menghilangkan produk songket hasil tenunan

"Ide kreatif perlu, tapi kalau membuat punah produk asli warisan leluhur kita maka harus dipikir pikir dulu ide kreatif tersebut," tegas Ny. Putri Koster.

Bupati Gianyar dalam sambutan yang dibacakan Wabup A.A Gde Mayun mengakui kalau masalah yang dihadapi mayoritas UKM di Gianyar adalah kurangnya pemahaman tentang branding sebagai fungsi untuk menjaga keberlanjutan usaha. 

Mayoritas UKM belum memiliki Brand Identity seperti kartu nama, brosur, katalog, dan desain produk pada kemasan yang menarik sebagai salah satu pemasaran.

Untuk itu Bupati Gianyar mengapresiasi pelaksanaan workshop yang bertujuan memberikan pemahaman bagi UKM tentang manfaat branding bagi kelanjutan dan.pengembangan usaha sehingga mampu membranding produk yang dihasilkan.

Sebagai narasumber dalam workshop sehari ini antara lain Arif Rahman dari Founder AKU BANK dan praktisi pemasaran serta Komang Angga Maha Putera, dosen dan creative preneur.

Sementara peserta workshop  berasal dari UKM Binaan Dekranasda Kabupaten Gianyar,  anggota ASHEPI Bali, organisasi/asosiasi  serta siswa SMA/SMK. humas/ww


Oleh : | 13 Agustus 2019 | Dibaca : 58 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :