Baca Berita

Penilaian Lomba Evaluasi Perkembangan Desa Kelurahan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 Bupati Mahayastra : Saya Harap Kelurahan Bitera Mengulang Kejayaan 2007

Oleh : | 14 Mei 2019 | Dibaca : 30 Pengunjung

Sumber Foto : HumasGianyar

Kelurahan Bitera terpilih mewakili Kabupaten Gianyar pada Lomba Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019. Evaluasi dilaksanakan Tim Penilai Lomba Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Bali yang diketuai Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Bali, I Made Wiryata, ST., M.Si di Wantilan Pura Pucak Bukit, Lingkungan Roban, Kelurahan Bitera, Senin, (13/5). Rombongan tim penilai diterima langsung Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, Sekdakab Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, Ketua TP-PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar serta sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Bitera dan masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu Lurah Bitera, I Wayan Widana memaparkan, beberapa potensi dimiliki Kelurahan Bitera baik dari seni, industri kerajinan, kuliner tradisional Bali, maupaun wisata alamnya. Di masing-masing desa di Kelurahan Bitera yang terbagi menjadi tiga Desa Pakraman dan tujuh Lingkungan. Yakni Desa Pakraman Pacung, Desa Pakraman Batur Sari , Desa Pakraman Bitera serta tujuh Lingkungan yakni Lingkungan Batur Sari, Lingkungan Pacung, Lingkungan Dauh Uma, Lingkungan Sengguan, Lingkungan Tri Wangsa, Lingkungan Roban serta Lingkungan Sema.

Dikatakan juga, produk unggulan kelurahan dengan luas wilayah 472 Hektar dengan jumlah penduduk pada tahun 2018 sebanyak 7.526 jiwa tersebut yakni pembuatan jaja uli, yang telah berkembang sejak tahun 1970 dan masih tetap eksis di Lingkungan Batur Sari. Dimana dari 90 KK yang ada di Lingkungan Batur Sari, 90 persen diantaranya menekuni usaha tersebut terutama bagi kalangan ibu-ibu rumah tangga. Sehingga menjadi tambahan penghasilan bagi keluarganya. Lukisan telor yang telah ditekuni oleh seniman di Lingkungan Dauh Uma sejak tahun 1980-an serta hingga saat ini masih menjadi mata pencaharian masyarakat disana. Kerajinan Janur juga berkembang pesat di Lingkungan Roban dan Lingkungan Tri Wangsa sejak tahun 1990-an. Kerajinan janur ini banyak ditekuni oleh generasi muda, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan serta menjadi tambahan penghasilan bagi perajin.

“Disepanjang jalan menuju Kantor Lurah, bisa disaksikan kreasi kerajinan janur ini banyak dipajang di kios-kios pedagang,” tambah Wayan Widana.

Kerajinan Tenun juga berkembang di Kelurahan Bitera, khsusnya di Lingkungan Pacung. Pengerjaan kerajinan tenun di tempat ini masih dilakukan dengan cara manual dengan kualitas yang baik serta mempunyai pangsa pasar yang jelas.

Ditambahkan Wayan Widana, program inovasi program terobosan yang dilaksanakan kelurahan yakni pemberantasan sarang nyamuk berhadiah sejak tahun 2016. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan yang diawali dari rumah masing-masing. Program ini dipandang cukup efektif dalam menekan kasus Demam Berdarah yang sempat merebak di Kelurahan Bitera. Dimana awal tahun 2016, Kelurahan Bitera masuk dalam zona merah penyebaran penyakit demam berdarah dimana tercatat sebanyak 248 kasus serta mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Namun di tahun 2017 menurun hanya 18 kasus dan di tahun 2018 menjadi 0 kasus.

“Dari kasus tersebut, kami kemudian meluncurkan program pemberantasan sarang nyamuk berhadiah. Juga membentuk kader Jumantik yang bertugas mengedukasi dan memeriksa keberadaan jentik di rumah warga. Bagi rumah warga yang terbebas dari jentik dalam kurun waktu 11 bulan kami berikan kupon berhadian yang diundi pada akhir tahun,” terang Wayan Widana.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengatakan, Kelurahan Bitera merupakan ujung barat dari Ibu Kota Kabupaten Gianyar, yang memiliki potensi unggulan di masing-masing wilayahnya. Dimana pada tahun 2007, Kelurahan Bitera juga telah mampu memperoleh juara pertama pada ajang serupa.

“Saya harap pendamping mampu meyakinkan tim penilai dengan baik. Karena dari segi bahan dan potensi sudah bagus-bagus semua. Saya juga berharap Bitera kembali mengulangi kejayaannya di tahun 2007 dulu,” kata Mahayastra.  

Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Bali, I Made Wiryata mengatakan, Lomba Kelurahan yang dilakukan tiap tahun merupakan salah satu instrument mengevaluasi keberhasilan pembangunan dan sekaligus sebagai tolak ukur atas pencapaian program dalam pelaksanaan pembangunan di kelurahan. Partisipasi serta swadaya masyarakat menjadi piranti dalam pemberdayaan masyarakat sehingga dapat mengekselerasi pembangunan nasional. Dalam Lomba Kelurahan tahun ini akan dilakuakn penilaian evaluasi-evaluasi terhadap keberhasilan pembangunan yang terdiri dari tiga bidang meliputi 19 aspek. Yaitu, Bidang Pemerintahan, Bidang Kewilayahan serta Bidang Kemasyarakatan sebagaimana tertuang dalam data perkembangan profil kelurahan dua tahun terakhir yaitu tahun 2017 dan tahun 2018.

“Pada lomba tahun ini, penekannya terdapat pada kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan serta inovasi pada bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan. Kedua hal ini mendapatkan bobot yang lebih besar dalam mekanisme penilaian,” jelas Wiryata. 


Oleh : | 14 Mei 2019 | Dibaca : 30 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :