Baca Berita

Sambut Piagam WCC, Dekranasda Gianyar Belajar ke DI Yogyakarta

Oleh : | 19 Maret 2019 | Dibaca : 67 Pengunjung

Sumber Foto : (HumasGianyar)

Kabupaten Gianyar ditetapkan sebagai Kota Kerajinan Dunia atau Wolrd Craft City (WCC) oleh World Craft Council  pada 9 Oktober 2018 lalu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Dekranas Pusat NY Mufidah Jusuf Kalla, pada saat menerima audiensi Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, NY Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra didampinggi Pengurus Dekranasda lainnya, beberapa waktu lalu, terkait rencana penyerahan Piagam World Craft City yang direncanakan pada tanggal 22 April 2019 di Gianyar. Untuk mempersiapkan pelaksanaannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra yang juga istri Bupati Gianyar, bergerak cepat. Bersama Pengrus Dekranasda serta instansi terkait serta Tim ISI Denpasar, melakukan kunjungan kerja ke Dekranasda D.I. Yogyakarta, (18/3). Rombongan yang dipimpin Plt. Asisten Administrasi Pembangunan, Setdakab Gianyar, I Gede Widarma Suharta di terima Wakil Dekranada D.I. Yogyakarta, GKBRAA Paku Alam serta Asisten Perekonomian D.I. Yogyakarta, Tri Saktiana, di Ruang Dalem, Kantor Gubenur D.I. Yogyakarta.

Ny. Ida Ayu Surya Adnyani mengatakan, kunjungannya tersebut dalam rangka persiapan untuk penerimaan Piagam WCC yang direncanakan pada 22 April mendatang, dan persiapan pelaksanaan event internasionsl terkait pengembangan kerajinan Gianyar dua tahunan pada tahun 2020, pasca ditetapkannya Gianyar sebagai WCC.  Dpiluhnya D.I Yogyakarta sebagai lokasi kunjungan, karens D.I Yogyakarta telah memiliki pengalaman melakukan kegiatan penerimaan Piagam Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada 2014 lalu.

“Kita ingin menimba pengalaman dalam mempersiapkan penerimaan piagam. Karena ini skalanya internasional, jadi kami ingin mempersiapkannya dengan matang,” terang Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra.

Ditambahkan, selain itu pihaknya juga ingin belajar tentang penyelenggaraan event yang berskala intenasional untuk memperkenalkan kerajinan Gianyar.

“Dengan ditetapkan sebagai Kota Kerajinan Dunia, kita juga diwajibkan untuk menyelenggarakan event berskala internasional tiap 2 tahun sekali untuk memperkenalkan kerajianan Gianyar ke dunia internasional,” imbuh Surya Adnyani Mahayastra.

Dikatakan pula, tujuan Pemkab. Gianyar dan Dekranasda Kabupaten Gianyar mengusulkan Gianyar masuk dalam keanggotaan World Craft City, yakni untuk mengenalkan para perajin Gianyar dengan perajin yang ada di luar negeri. Dengan tergabung dalam keanggotaan Worlf Craft City akan dapat membuka membuka peluang bagi perajin Gianyar untuk berinteraksi dengan perajin luar negeri, sehingga terjadi alih pengetahuan dan menjalin kerjasama dengan para perajin dari luar sehingga produk-produk seni kerajinan Gianyar bisa tembus pasar global.

Seperti diketahui, industry kerajinan di Kabupaten Gianyar merupakan salah satu industry yang berlandaskan pada kreativitas para seniman, dikerjakan secara manual dan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa. Industry kerajinan di Kabupaten Gianyar juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan keluarga serta membuka peluang kerja.

“Segala bentuk seni dan kerajinan ada di Gianyar. Dan di dukung para seniman-seniman muda yang kreatif dan inovatif. Sehingga untuk meningkatkan daya saing, diperlukan adanya kerjasama usaha dan teknologi informasi dengan para perajin yang ada di luar negeri,”kata Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra.

Sementara, Ketua Dekranasda D.I. Yogyakarta , GKBRAA Paku Alam mengatakan, salah satu tujuan Dekranasda untuk memajukan kerajinan di wilayahnya. Tak hanya segi produk kerajinannya tetapi juga dalam hal pengembangan sumber daya manusianya. Untuk itu, menjadi tugas pemerintah melalui Dekranasda untuk mengangkat kerajinan itu ke tingkat nasional maupun internasional.

“Pertemuan ini diharpkan bisa menjadi ajang saling bertukar pengalaman. Sehingga ke depannya bisa menjalin kerjasama antara Dekranada D.I. Yogyakarta dengan Dekranasda Kabupaten Gianyar,” kata GKBRAA Paku Alam.

Dikatakan pula, dalam mendukung event dalam rangka WCC, peran serta semua stakholder baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak swasta sangat dibutuhkan. 

Di Yogyakarta sendiri, sebagai tindak lanjut penetapannya sebagai Kota Batik Dunia, rutin menggelar event baik skala kecil maupun skala internasional. Untuk skala kecil (nasional) dilaksanakan setiap tahun, sedangkan untuk skala internasional dilaksanakan dua tahun sekali berupa Jogya Batik Binale.


Oleh : | 19 Maret 2019 | Dibaca : 67 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :