Baca Berita

Bupati Mahayastra Apresiasi Semangat Warga Desa Serongga

Oleh : | 20 Februari 2019 | Dibaca : 107 Pengunjung

Sumber Foto : (HumasGianyar)

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menghadiri puncak Karya Padudusan Alit di Pura Puseh, Desa Bale Agung, Desa Serongga,(19/2). Selain melakukan persembahyangan bersama masyarakat, Bupati Mahayastra yang didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga menyerahkan dana punia untuk pelaksaan upakara yan diterima Kelian Adat Serongga Kelod, I Nyoman Patra disaksikan oleh prajuru dan masyarakat desa setempat.

Wakil Bendesa Desa Pakraman Serongga, Wayan Suardana mengatakan, Karya Padudusan Alit ini merupakan kelanjutan (nugtug karya), setelah 2004 lalu telah dilaksanakan Karya Agung Mupuk Padagingan di pura setempat. “Karya sekarang, Karya Padudusan Alit ngelantur Karya Agung pada September 2004 lalu. Mangkin nugtug karya ke dua kalinya,” terang Suardana.

Dikatakan, setelah pelaksanaan Puncak Karya, ngenteg linggih selama tiga hari. Selama tiga hari warga Desa Serongga yang terbagi dalam empat banjar yakni Banjar Serongga Kaja, Banjar Serongga Tengah, Banjar Serongga Kelod serta Banjar Cebaang secara bergantian menghaturkan banten prani.Sedangkan untuk biaya pelaksanaan upacara yang diperkirakan menghabisakan biaya Rp. 90 juta, diperoleh dari urunan dari warga Desa Serongga yang kurang lebih 1000 KK sebesar Rp. 65 ribu per KK, swadaya masyarakat, bantuan Pemerintah Desa serta Pemerintah Kabupaten Gianyar. “Setelah selesai upacara disini, pada Purnama mendatang juga akan dilaksanakan upacara serupa di Pura Sakenan,” imbuh Suardana.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra sangat mengapresasi semangat warga Desa Serongga dalam melaksanakan Karya Padudusan Alit. Hal ini selain telah sejalan dengan sastra-sastra agama Hindu, juga merupakan salah satu prioritas pembangunan di Gianyar yakni dalam upaya pelestarian seni, adat, agama, tradisi dan budaya. Mahayastra juga mengharapkan jalinan persatuan antar warga dalam melaksanakan karya ini dapat terus terjaga, tidak sebatas pada kegiatan upacara ini saja tapi dapat terus terjalin dalam kehidupan sehari hari. “Ke depan, jika nantinya ada masalah-masalah di desa, saya akan turun lagi. Kita bersama-sama membangun Gianyar,” ajak Mahayastra kepada masyarakat Desa Serongga.


Oleh : | 20 Februari 2019 | Dibaca : 107 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :